687

Sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)

Assalamu’alaikum Gaes , kali ini kami dari admin masqoqo.com akan berbagi sedikit cerita tentang Sejarah PSHT.
Nah, PSHT ini merupakan perguruan pencak silat yang berdiri di daerah Madiun. Tepatnya di desa Pilangbango Kota Madiun pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, murid dari Ki Ngabei Soerodiwirjo.
Persaudaraan Setia Hati Terate atau yang dikenal dengan SH Terate yaitu suatu persaudaraan “perguruan” silat yang bertujuan mendidik manusia berbudi luhur. Tahu benar dan salah, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari.
Organisasi ini sangat mengutamakan persaudaraan antar warga (anggota) dan berbentuk sebuah komunitas yang merupakan aliran Persaudaraan Setia Hati (PSH).
Langsung mulai saja ya Gaes.

Sejarah Berdirinya PSHT

psht

uihere.com

Waktu tahun 1903 di Kampoeng Tambak Gringsing, Surabaya, Ki Ageng Soero Dwiryo meletakkan dasar bagi gaya Silat Setia Hati.

Nah, sebelum disebut dengan nama Setia Hati, latihan gerakkan/fisik Pencak Silat Setia Hati disebut “Djojo Gendilo Tjipto Muljo” dan buat ajaran kerokhanian dan spiritual Setia Hati disebut “Sedulur Tunggal Ketjer” disingkat STK.

Oleh Warga Tk.ll waktu latihan tingkat Putih PSHT cabang Surabaya di IAIN Sunan Ampel Surabaya waktu tahun 1994-1995, antara lain Mas Ir. FX.Sentot Sutikno, Mas. Ir.Aliadi, MM dan Mas Panggul.

Waktu tahun 1917 Ki Ageng Soerodwirjo pindah ke Madiun dan membangun serta mendirikan Perguruan Silat yang bernama Persaudaraan Setia Hati, tepatnya di desa Winongo Madiun.

Nah, pada waktu itu juga Persaudaraan Setia Hati belum menjadi organisasi. Setia Hati itu persaudaraan (kadang) saja di antara siswa, karena pada waktu  itu organisasi Pencak Silat tidak diizinkan oleh kolonialisme Belanda. “Setia Hati” berarti Setia pada hati “diri” sendiri.

Soerodiwirjo lahir dari keluarga bangsawan di daerah Gresik (versi lain di Madiun) Jawa Timur, Indonesia, waktu kuartal lahir abad ke-19. Dia pun dijuluki sebagai “Ngabei” sebuah gelar bangsawan eksklusif yang diberikan oleh Sultan dan hanya untuk mereka yang sudah membutikkan dirinya secara rohani.

Dia pun tinggal dan bekerja di berbagai lokasi di pulau Jawa dan Sumatera dan belajar spiritual. Karena kombinasi ajaran spiritual ini (kebatinan) dan gaya pencak silat yang terbaik dari berbagai aliran yang menjadi dasar buat silat Setia Hati. Ki Ageng Hadji Soerodiwirjo meninggal pada bulan 10 November tahun 1944 di Madiun.

Baca Juga : Sejarah Tapak Suci

Lanjutan Artikel Sejarah PSHT

Waktu tahun 1922, Ki Hadjar Hardjo Oetomo sang pahlawan perintis kemerdekaan pada tahun 1883-1953. Salah satu kadang Setia Hati, meminta izin kepada Ki Ageng Soerodiwirjo, tetapi harus dalam nama yang berbeda.

Maka dari itu Ki Hardjo Oetomo mendirikan Setia Hati “Pemuda Sport Club” (Sh PSC) yang kemudian menjadi Persaudaraan Setia Hati “Pemuda Sport Club” yang berupa sebuah Organisasi. Organisasi ini kemudian disebut Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT waktu tahun 1948 dalam kongres pertama di daerah Madiun.

Setelah itu Perang Dunia ke ll, PSHT terus menyebar ke seluruh Indonesia. Karena seorang tokoh penting di balik populernya PSHT ini adalah Mas Irsjad yang merupakan siswa pertama Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Nah, Mas Irsyad ini juga menciptakan 90 Senam Dasar (Basic Exercise), Jurus Belati (Jurus Dengan Pisau), dan Jurus Toya (Jurus dengan panjang tongkat) yang membedakan dengan Setia Hati di Winongo.

Satu-satu Nya juga siswa Mas Irsjad yaitu Mas Imam Koesoepangat (1939-1987) pemimpin spiritual dari PSHT yang turut berjasa membesarkan PSHT.

Penggantinya, Mas Tarmadji Boedi Harsono (1987-2014). Saat ini dewan pusat pada Parapatan Luhur digelar pada tahun 2014.

Sejarah dan perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate

1.bp.blogspot.com

Riwayat Singkat Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo (Eyang Suro)

eyang suro

musabab.com

Muhammad Masdan adalah nama kecilnya Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo, yang lahirnya pada tahun 1876 di Surabaya. Putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo (mantri cacar di ngimbang kab :  jombang Ki Ngabei Soeromihardjo adalah saudara sepupu RAA Soeronegoro (bupati Kediri di pada waktu itu).

Nah, Ki Ageng Soerodiwirdjo juga mempunyai keturanan batoro katong di Ponorogo. Beliau ini kawin dengan ibu Sarijati waktu umurnya masih 29 tahun di Surabaya dari perkawinan itu dianugrahi 3 anak laki-2 dan 2 anak perempuan namun semuanya telah meninggal dunia di saat masih kecil.

Pada umur 14 tahun (tahun 1890) beliau lulus SR sekarang Sd setelah itu diambil putra oleh pamannya (wedono di wonokromo) dan tahun 1891 yaitu tepat berumur 15 tahun. Lalu ikut seorang kontrolir Belanda di pekerjakan sebagai juru tulis tetapi harus magang terlebih dahulu (sekarang capeg).

Waktu usia yang relatif masih muda Ki Ageng Soerodiwirdjo mengaji di ponpes Tebu Ireng Jombang, dan disitulah beliau belajar pencak silat waktu tahun 1892. Lalu pindah ke Bandung tepatnya di Parahyangan di daerah ini beliau berkesempatan umtuk menambah kepandaian ilmu pencak silat.

Nah, Ki Ageng Soerodiwirdjo yaitu seorang yang sangat berbakat. Berkemauan keras dan dapat berfikir cepat serta dapat menghimpun bermacam-macam gerak langkah permain. Pada tahun 1893 beliau pindah ke Jakarta, di kota Betawi. Ini hanya satu tahun tetapi mempergunakan waktunya buat menambah pengetahuan dalam belajar pencak silat.

Waktu tahun 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo pindah ke Bengkulu karena pada waktu itu orang di ikutinya (orang belanda). Lalu pindah ke Bengkulu permainanya sama dengan di Jawa Barat, enam bulan kemudian pindah ke Padang. Di kedua daerah ini Ki Ageng Soerodiwirdjo  juga memperdalam dan menambah pengetahuannya tentang dunia pencak silat.

Lanjutan Artikel

Nah, dari kedua daerah tersebut salah satu gurunya adalah Datuk Rajo Batuah. Beliau disamping mengajarkan ilmu kerohanian. Dimana ilmu kerohanian ini diberikan kepada murid beliau di tingkat ll.

Pada saat tahun 1898 beliau melanjutkan perantaunya ke Banca Aceh, di tempat ini Ki Ageng Soerodiwirdjo berguru kepada beberapa guru pencak silat.

Waktu tahun 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo kembali lagi ke Surabaya dan berkerja sebagai anggota polisi dengan pangkat mayor polisi.

Nah, pada tahun 1903 di daerah tambak Gringsing buat pertama kali Ki Ageng Soerodiwirdjo mendirikan perkumpulan mula-mula di beri nama “SEDULUR TUNGGAL KECER” dan permainan pencak silatnya bernama “JOYO GENDELO”.

Tokoh SH Terate

  1. Ki Ngabehi Soero Dwiryo
  2. Ki Hadjar Hardjo Oetomo
  3. Soeratno Soerengpati
  4. RM. Soetomo Mangkoedjojo
  5. M. Irsyad
  6. RM. Imam Koesoepangat
  7. Tarmadji Boedi Harsono
  8. Kolonel Inf (Purn.) Richard Simorangkir
Demikian semoga artikel tentang Sejarah PSHT saya ini bermanfaat bagi anda semua. Yang telah membaca artikel masqoqo.com, apabila ada kesalahan kata-kata tolong di maafkan.
Jangan lupa di share ke teman-teman. Supaya bertambah wawasannya dan jangan lupa juga di coment agar saya bisa intro peksi diri.
Cukup sekian dan Terima kasih telah berkunjung di web masqoqo.com jangan lupa suport ya agar terus maju berkembang.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply