1
123

√ 11+Kumpulan Puisi Cinta Roman Picisan Terbaru 2019 Wajib Ketahui

Halo Geng, pada kesempatan kali ini saya akan menulis artikel tentang kata-kata puisi cinta Roman Picisan. Nah, pada tulisan ini saya akan sharing sedikit kumpulan puisi Roman Picisan yang saat ini ada dalam sinetron. Bagi kalian para pencinta Rompis pasti sudah tahu dengan sinetron satu ini.

Karena sinetron yang diangkat dari Novel Roman Picisan  ini menceritakan kisah para remaja yang masih duduk di bangku SMA dan yang menjadi pusat perhatian kalian sebagai penonton yaitu Roman yang diperankan oleh Yasiz Arbani.

Nah, puisi Roman ini sangat cocok sekali buat status di sosmeed. Bagi kalian yang belum tahu ayoklah simak artikel saya tentang puisi cinta Roman Picisan.

puisi cinta roman picisan

kepogaul.com

Kumpulan Puisi Roman Picisan “Cinta”

Tidak ada kisah sempurna yang selalu dalam kebahgiaan, jika tidak ada problem kehidupan. Karena kehidupan percintaan akan selalu hadir dengan problematic cinta yang silihberganti. Siapa sih yang mampu melalui akan menuai manis buah perjuangan, beratnya problem yang harus di kelarkan tergambar dalam puisi berikut dibawah ini:

1. Cinta Ada Logika

“Kata semua orang cinta itu buta
Tapi mengapa aku tetap bisa memandangi keindahan kamu?
Kata semua orang cinta tak ada logika

Tapi mengapa pikiranku teratur menyimpan senyuman kamu?
Kata semua orang cinta itu menyakitkan
Tapi mengapa aku masih bertahan sama kamu?.”

 2. Pemikiran Kamu dan Aku

“Ke esokan hari, masih kah sudah mungkin untukku membawa pergi kau utuh
Maka saat ini ku bisikkan lagu selamat tidur pada terik supaya dia lekas lelap
Memutar cepat dua kakiku ini untuk menempuh lebih jauh lagi perlajanan waktu
Menembus banyak cobaan membangun atap berdua

Di sana aku dan kamu menjadi pengemudi dengan satu tujuan yang sama
Mengecup jengkal pipi
Membelai esok hariBolehkah aku membawamu dengan utuh?
Meninggalkan semua atas kesendirian.”

3. Kebanyakan Berkhayal

“Mungkin dengan waktu yang malas akan menjadi semakin rajin
Meninggalkan aku yang belum bisa buat beranjak melaju
Mungkin karena bumi besar meleset begitu cepat memutar, tidak mengajak aku di dalamnya
Sendiri, sesudah semua berakhir tanpa kisah yang aku inginkan

Nafasku selalu ada membaui tentang dirimu
Malam Siang terasa sama berbaring dalam ketidak mampuan
Tersentak mimpi buruk dan kembali untuk terpejamkan lagi
Aku bisa seperti ini sampai raga yang lelah mengusir pergi

Semua hilang
Aku menatap kesedihan tubuh penuh sisa pelukan yang kau jadikan candu
Waktu aku menagih itu semua kembali
Senyum datar menyuruhku segera pergi.”

4. Amat Berat Sekali

“Bila mana ada neraca yang amuh menahannya
Tak akan kuasa yang mengukur teramat berat rasa ini
Sekian hari-hari menjadi bercampur tanpa bisa terurai kembali
Komplek, semakin solid, lara dan suka akan menjadi satu

Padu menjadi bersatu
Memberikan sesuatu gumpalan besar mengganjal dalam dada
Memicu pekat, awan gelapa hingga menutup hati
Ini adalah sesuatu konsekuensi dari mencintai
Harapan yang kejar mengejar beserta penolakan

Menghapuskan mimpi yang setiap waktu kembali digoreskan oleh mimpi
Aku hanya bisa diam
Biarkan semua berjalan perlahan
Tanpa titik temu yang padu.”

5. Berubah Menjadi Beda

“Kusuma, yang selalu memanggil sedikit cahaya yang pergi
Mekar, selalu membawa pelangi ikut dalam pesta
Sesat tanpa adanya peta
Hilang dan tidak mau kembali pulang

Harap sudah hilang ditemukan bagian sisi hitam tanpa penghuni
Mengabarkan aku ini semua tau mengenai tentang ku sekarang
Tersungkur, aku selalu mencoba tersenyum dengan genggaman tanganmu
Masih adakah lelah ini menjadi pedoman memperoleh tawa

Kanku rasakan semua yang sudah menjadi berbeda
Berada di dalam bumi yang satu ini, dimensi yang berlainan
Beranjak meski tidak berpindah-pindah

Sedikit melangkah tanpa pernah bisa pergi
Aku selalu di dalam derita yang telah ku pilih
Tempat ku berasal teramat sangat jauh untuk berpisah.”

6. Sungguh Teganya

Selama sehari semua ini hanya ada di album fotomu
Aku sudah bebas dengan cepat berpindah menemukan sumber senyuman baru
Asik menghabiskan setiap kesia-siaan waktu bersamamu hingga menjadi penuh ceria

Membenci cinta tanpa ada lagi sisa rasa
Dalam doa setengah merintih
Ku coba setiap malam memperjelas arti semua pertanda
Kita maju semakin sama,

Tergerus keheningan menghilangkan nyanyian
Lagu-lagu tentang kamu dan aku
Menghilang tanpa pernah lagi tak mau dengar kembali
Balasan menjadi sesuatu bukti
Sesuatu sesal setelah penghianatan menghancurkan.”

Kumpulan Puisi Roman Picisan “Rindu”

Kehidupan cinta pasti memiliki satu teman setia yang selalu mengikuti sepasang kekasih di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Karena sahabat tersebut yaitu rasa rindu, maka kerinduan menjadi sebuah rasa yang wajib dalam kehidupan penuh percintaan. Seberat apa pun rasa rindu itu? Kaya tersirat pada puisi dibawah berikut ini:

1. Jadi Linglung

“Mataku selalu menatap nanar pada sekeliling
Ruang-ruangan kosong seketika menjadi hampa
Kepada bunga-bungaan mekar kehilangan warna
Dan hujan yang tidak lagi mampu buat membasahkan

Untuk selamanya aku terus berusaha mengucap satu nama
Indah paras dan sudah ku kenal lama
Di jarinya melingkar sebuah cicin bermata satu, aku kan selalu mengingat yang memberikan di hari yang sangat berbahagia di hidup ku hidupmu

Kan selalu ingin terus menucap satu nama
Bukan, bukan nama dia
Aku selalu mengingat potongan banyak peristiwa
Tetapi tidak mungkin dengan nama dia
Rindu…
Aku selalu ingat semuanya kecuali namanya.”

2. di Tipu

“Seperti tertipu aku harus mengikhlaskan kamu mengambil lebih dari ku
Mengeruk semua yang sudah ku punya dengan tetap aku berlutut
Tidak pernah sedikit pun curiga, ah… kurasa aku salah menduganya
Bahwa dingin dan panas itu tidak bisa terikat kerja sama

Bohong
Kamu mengambil lebih dari ku
Dari jumlah yang sudah aku ulurkan
Dari nominal yang kamu ajukan
Sesudah hatiku yang kamu bawa pergi

Kini apa lagi?
Kurus tenggorok yang sangat menonjol seperti memberikan saksi
Kamu dusta dengan apa yang kamu sejutui
Kamu dusta
Bersembunyi di balik kaca buat terus tertawa

Melihat aku yang selalu membuka persimpanan terakhir
Menyuguhkan satu-satunya sisa yang telah ku miliki
Dan berakhir sekarang sudah
Karena tertelan rindu aku tak akan bisa menyentuh udara lagi.”

3. Kejora Impian

“Hampir kehilangan akal sehat
Aku memohon kepada bintang yang tergelincir dari langit
Dosa… bisikanku
Hingga wajahmu menjadi merah menyala
Berkorbarlah dalam kemarahan

Bersembuyilah dalam rasa bersalah aku berusaha berpaling
Pada tempat yang asing semua akan terlihat bercahaya meredup
Kerlap-kerlip lampu seperti kunang-kunang menuntun
Melewati sebuah lorong yang semakin menjadi terang benderang

Terikuti bayangan kemarahan aku mau mencoba pergi
Membisikan doa pada kejora aku tau dia akan murka
Pesan sampaikan rinduku ini jangan amarahmu

Lalai kejora mengabulkan permohonanku
Seperti ia di gunakan buat melempat pencuri dengar
Aku sangat terperanjat jatuh dari dipan ku.”

4. Teropong Hati

“Terbekalai bersama teropong hati
Membuat bayangmu yang sangat jauh seolah-olah di depan pelupuk mata
Membuatku yang sedang sendiri merasa sedang berdua
Terbekali oleh teropong hati
Mimpi indah menjadi pelapur lara yang bertambah menyiksa

Ku dalam peluk rindu bayangan yang semu
Tercekik oleh rasa yang tidak aku undang datang
Berlari dengan seorang diri untuk menemuimu dalam tidurku
Bersujud dan meminta belas kasihan

Teropong hati
Membuatku ingin melihat kamu lebih dekat
Teropong hati sampaikanlah rinduku ini yang tak kuat ku bawa sendirian.”

5. Setengah Abad

“Bila manakah aku harus kembali menunggu
Untuk satu hari atau setengah abad lagi
Bahwa itu tidak ada beda meski mengenai waktu
Itu akan sama dengan sakit yang sangat serupa

Tentang nafas yang seperti tidak menghidupi
Bagai seribu lampu yang tetap membuat gelap setiap malam-malamku
Bila manakah aku harus menahan rindu ini
Kepada kekasih lama tak bertemu

Mungkin kawanan angsa lebih bahagia daripada manusia
Mereka selalu bersama kemana-mana
Atau, kepada kumbang yang melebur

Aku sirna karena wanginya
Kepada bukit saksi purnama, melebur lah bersama rasa ingin bertemu ku
Membawa serta iya yang berada di balik badan tinggimu.”

Baca Juga : Puisi cinta sejati

6. Membelah Bumi

“Langit doaku menjulang yang sangat tinggi
Ucapan yang menyebutkan namamu selalu ikut bersama jalannya
Menembus awan-awan yang menutup cahaya di langit waktu pagi hati
Kan ku bawa namamu terus terbang meninggi
Menjuntai menitipkan kehilanganku buat kepergianmu

Berkeliling, berkelok. mengudara
Membelah bumi pemisah
Tidak peduli seberapa ribuan kata selamat tinggal
Aku akan selalu membalas dengan ucapan pulang

Untuk nantinya ku akan lebih percaya
Bahwa pengaduanku pada-Nya akan lebih ampuh dari banyaknya pesan cinta
Membelah bumi merangkul kamu kembali
Melakukan perjalanan yang sangat panjang sampai langit tertinggi

Mengabarkan pada seluruh alam raya
Karna aku milikmu
Dan selamanya ku akan terus seperti itu.”

Semoga artikel saya tentang puisi cinta Roman Picisan ini bermanfaat bagi anda semua yang telah membaca artikel masqoqo.com, apabila ada kesalahan kata-kata tolong di maafkan. Jangan lupa di share ke teman-teman supaya bertambah wawasannya dan jangan lupa juga di coment agar saya bisa intro peksi diri.

Cukup sekian dan Terima kasih telah berkunjung di web masqoqo.com jangan lupa suport terus ya agar terus maju.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply