Mas Qo'qo' Tersenyumlah ketika direndahkan.

Pengertian Mikrokontroler

5 min read

Pengertian Mikrokontroler

Hii teman-teman semua, kali ini masqoqo.com ingin membahas tentang Pengertian Mikrokontroler. Mikrokontroler ini dapat digunakan dalam produk ataupun perangkat yang dikendalikan secara otomatis seperti sistem kontrol mesin mobil, perangkat medis, pengendali jarak jauh, peralatan listrik, mesin, mainan dan perangkat-perangkat yang menggunakan sistem tertanam lainnya.

Sebelum saya memulai membahas artikel tentang pengertian mikrokontroler, tolong disimak baik-baik ya teman-teman, supaya Anda bisa memahami apa yang saya bahas.

Pengertian Mikrokontroler

Pengertian Mikrokontroler

Pengertian Mikrokontroler : suatu chip berupa IC (Integrated Circuit) yang dapat menerima sinyal input, mengolahnya dan memberikan sinyal ouput sesuai dengan program yang di isikan ke dalamnya.

Sinyal input mikrokontroler ini berasal dari sensor yang merupakan informasi lingkungan sedangkan sinyal ouput ditujukan kepada aktuator yang dapat memberikan efek ke lingkungan. Jadi secara sederhana mikrokontroler ini dapat di ibaratkan sebagai otak dari suatu produk/perangkat yang mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Prinsip Kerja Mikrokontroler

Prinsip Kerja Mikrokontroler

Mikrokontroler dipakai buat pengontrolan atau pengendali sebuah sistem. Dalam mengerjakan fungsi tersebut, komponen ini juga memerlukan dukungan bagian lainnya yang tergabung dala IC Mikrokontroler.

Tergantung pada fungsi dan tunjuannya juga, karena setiap data atau perintah yang masuk lalu diolah di dalam bagiam CPU. Pengolahan ini dibantu bagian lainnya seperti Ram, Timer, ADC ataupun CDA.

Perbedaan Mikrokontroler dan Mikroprosesor

Perbedaan Mikrokontroler dan Mikroprosesor
https://cdn.shopify.com/

Mengenai perbedaan antara mikrokontroler dan mikroprosesor, sebaiknya kita juga mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kedua jenis itu. Sebagaimana contoh dibawah ini:

  • Mikrokontroler

Mikrokontroler di design buat mengerjakan tugas spesifik, jika di ibaratkan maka mikrokontroler bisa dilihat sebagai sebuah komputer mini dalam satu chip IC. Biasanya juga mikrontroler digunakan untuk projek yang membutukan pengontrolan langsung dari user.

Nah, karena telah merangkap komponen-komponen penting sebuah komputer berupa Ram, Rom, I/O dan perangkat periheral dalam satu IC, maka tidak diperlukan lagi adanya perangkat periheral dan rangkaian tambahan bagi mikrokontroler untuk dapat bekerja.

Hal inilah yang bisa membuat mikrokontroler banyak digunakan dalam pengaplikasian sistem tertanam. Contohnya mikrokontroler yang banyak ditemukan di pasaran yaitu Arduino Uno dengan IC Atmega328 dan variasi lain dari Arduino, selain itu juga ada Atmel ATmega169, Cypress Psoc chips dll.

  • Mikroprosesor

Mikroprosesor hanya mempunyai CPU dan beberapa IC dalam Chip IC nya. Berbeda dengan mikrokontroler, dalam Chip IC mikroprosesor tidak terdapat Ram, Rom, I/O dan perangkat peripheral, sehingga diperlukan adanya tambahan komponen eksternal dan interkoneksi antar komponen agar mikroprosesor dapat bekerja.

Nah, biasanya juga mikroprosesor digunakan untuk tujuan umum (general purpose) yang membutuhkan komputasi kompleks. Contoh mikroprosesor yang ditemukan yaitu Intel Core I3,17, 15 AMD A7, Intel Pentuim dan banyak lainnya.

Struktur dan Diagram Blok Mikrokontroler

Struktur dan Diagram Blok Mikrokontroler

Sebagaimana berikut ini contoh dibawah ini adalah struktur dan diagram blok mikrokontroler beserta penjelasan singkat tentang bagian utamanya.

  • Serial Port (Port Serial)

Serial port pada mikrokontroler dapat digunakan sebagai port yang menyediakan serial interface atau komunikasi serial secara paralel antara mikrokontroler tersebut dengan mikrokontroler atau perangkat pariferal lainnya.

  • Memori (Penyimpanan)

Pada umumnya, fungsi memori dalam mikrokontroler sama dengan mikroprosesor yakni sebagai media penyimpanan. Memori ini juga dapat digunakan untuk menyimpan data dan program, biasanya mikrokontroler sejumlah RAM dan Rom atau memori flash untuk menyimpan kode program yang diisikan (source code program).

  • Port Input

Mikrokontroler juga tedapat perangkat input dan ouput ataupun yang bisa dekenal dengan port I/O mikrokontroler ini berhubungan secara paralel dengan perangkat I/O yang lainnya. Port Input ini juga digunakan untuk mendorong atau menghubungakan berbagai jenis LCD, LED, Printer, memori dan perangkat Input lainnya ke mikrokontroler.

  • ADC

ADC (Analog to Digital Converter) ini digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi bentuk sinyal digital. Pada konverter juga sinyal input harus dalam bentuk analog (contoh dari sensor), sedangkan ouputnya dalam bentuk digital. Output digital ini  dapat digunakan untuk berbagai aplikasi digital seperti layar dagitil pada perangkat pengukuran.

  • DAC

Digital to Analog Converter ini memiliki fungsi yang berbalikan dengan ADC (Analog to Digital Converter). DAC ini dapat mengubah sinyal digital menjadi format analog, biasanya juga digunakan untuk mengendalikan perangkat analog seperti motor FC dll.

  • CPU

Central Processing Unit adalah komponen utama yang bertindak sebagai otak bagi sebuah mikrokontroler. CPU juga bertanggung jawab untuk mengambil perintah atau instruksi (fetch), menerjemakannya (decode), setelah itu mengeksekusinya (execute).

CPU saling menghubungkan setiap komponen atau bagian mikrokontroler hingga menjadi satu sistem. Kelebihan dari CPU yaitu mengambil perintah lalu menerjemahkannya dari memori flash atau memori program.

  • Timer and Counter (Pengatur Waktu dan Penghitung)

Timer dan Counter ini memiliki fungsi yang sangat berguna bagi mikrokontroler yaitu menyediakan semua pengatur waktu dan operasi perhitungan dalam mikrokontroler. Operasi utama dikerjakan di bagian ini yaitu fungsi jam, pembangkitan pulsa, osilasi,modulasi, pengukuran frekuensi serta dapat juga menghitung jumlah pulsa eksternal.

  • Special Funtioning Block (Block Fungsi Khusus)

Beberapa mikrokontroler hanya bisa dipakai buat beberapa aplikasi khusus (contohnya sistem robotik), pengendali ini mempunyai beberapa port tambahan buat melakukan operasi khusus tersebut yang umumnya dinamakan dengan blok fungsi.

  • Interrupt Control (Kontrol Interupsi)

Intterupt Control atau kendali interuspsi dipakai buat menyediakan penundaan (interupsi) buat program kerja. Intterupt ini juga dapat berupa eksternal ( diaktifkan dengan memakai pin interrupt) atau internal (Memakai perintah interupsi selama pemrograman).

Baca Juga: Pengertian ADC

Kelebihan dan Kekurangan Mikrokontroler

Kelebihan dan Kekurangan Mikrokontroler
https://wikielektronika.com/

Mikrokontroler sangat cocok untuk kerja spesifik dan sederhana, chip ini sering digunakan pada bidang industri, otomotif, robot, komunikasi dan komputer. Selain itu juga, chip mikrokontroler terdapat pula di elektronika serta alat yang dibuat secara custom.

Sebagaimana berikut contoh  kelebihan dan kekurangan mikrokontroler, simak pembahasannya dibawah ini teman-teman:

Kelebihan Mikrokontroler:

  1. Hemat biaya, hal ini juga karena mikrokontroler mempunyai integrasi yang lengkap dan multifungsi.
  2. Pengoperasian yang sederhana dan mudah dipelajari.
  3. Dapat berperan sebagai mikrokomputer secara mendiri tanpa memerlukan komponen digital tambahan lainnya.
  4. Pin didalam mikrokontroler dapat diprogram miltifungsi (beragam perintah).

Kekurangan Mikrokontroler:

  1. Kemampuan buat eksekusi sebuah perintah dalam waktu bersamaan sangat terbatas.
  2. Kemampuan CPU yang tidak terlalu tinggi dalam mengolah data.
  3. Hanya dapat menerima perintah program sederhana.
  4. Memiliki Ram dan Rom yang kecil.

Macam-Macam Mikrokontroler

Macam-Macam Mikrokontroler
https://ae01.alicdn.com/

Sebagaimana berikut contoh dibawah ini yaitu macam-macam mikrokontroler yang sering dipajau secara umum:

  • Mikrokontroler ARM

Mikrokontroler ARM merupakan sebuah prosesor dengan arsiktektur set intruksi 32 bit keluarga RISC yang dikembangkan oleh ARM Holdings. ARM (Advanced RISC Machine) sebelumnya juga lebih dikenal dengan Acorn RISC Machine.

Pada awalnya ARM Prosesor dikembangkan oleh Personal Computer (PC) oleh Acorn Computers, namun dengan dominasi Intel X86 proses Microsoft di IBM PC kompatibel menyebabkan Acorn Computer harus gulung tikar.

  • Mikronkontroler PIC

PIC merupakan singkatan dari Programmable Interface Controller, namun dengan seiring perkembangan berubah menjadi Programmable Intelligent Computer. PIC juga termasuk jenis mikrokontroler tipe RISC dan menggunakan arsiktektur Harved yang dibuat oleh Microchip Technology.

Awal mulanya juga dikembangkan oleh Divisi Mikroelektronik General Instrument dengan nama PIC1640. Mikrokontroler PIC juga merupakan rangkaian tunggal yang berukuran kecil dan berisi memori pengolahan nit, jam dan Input dan Output dalam 1 unit. PIC juga bisa dibeli secara kosongan, kemudian untuk diberikan program dengan program kontrol tertentu.

Mikrokontroler jenis ini juga cukup populer oleh para developer dan para penghobi ngoprek karena biayanya yang cukup terjangkau, ketersediaan dan penggunaan yang luas. Database aplikasi yang besar, serta pemrograman melalui hubungan port serial yang terdapat pada komputer.

  • Mikrokontroler MSC 51

Mikrokontroler macam ini juga termasuk dalam keluarga CISC yang mana hampir semua intruksinya dijalankan dalam 12 sirkus clock.

Nah, mikrokontroler macam ini juga dipakai arsitektur Harvard dan pada awalnya MCS51 didedasain buat aplikasi mikrokontroler chip tunggal. Tetapi mode perluasaan mengizinkan sebuah ROM luar 64 kb dan RAM luar 64 kb dikasih alamat dengan cara jalur pemilihan chip yang terpisah buat akses program dan memori data.

Satu-satunya kelebihan dari mikrokontroler 8051 yaitu pamasukan sebuah mesin pemroses boolean yang mana mengijinkan operasi logika boolean tingkat bit dapat dikerjakan secara langsung dan efisien dalam register Internal dan Ram. Untuk itu MSC51 dipakai dalam awal sebuah PLC.

Nah, MCS51 produksi Atmel terdiri dari 2 versi yakni versi 20 kaki dan versi 40 kaki. Semua macam mikrokontroler MCS51 tersebut dilengkapi dengan Flash PEROM (Programmable Eraseable Read Only Memory) sebagai media memori program dan susunan kaki IC-IC tersebut sama pada tiap versinya.

  • Mikrokontroler AVR

Mikrokontroler ALV and Vegard’s Risc prosessor atau sering disebut dengan nama AVR merupakan jenis mikrokontroler RISC 8 bit. Karena merupakan termasuk RISC, maka hampir semua kode instruksinya dikemas dalam satu siklus clock. AVR ini juga merupakan jenis mikrokontroler yang paling banyak digunakan dalam bidang elektronika dan instrumenstasi.

Nah, mikrokontroler AVR yakni salah satu jenis arsiktektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Karena, arsitektur ini didesain dengan kelebihan dan penyempurnaan dari arsitektur mikrokontroler yang telah ada.

Dengan berbagai macam seri mikrokontroler AVR telah diproduksi oleh Atmel dan dipasarkan ke seluruh dunia sebagai mikrokontroler yang bersifat low cost dan high perfomance. Karena di Indonesia sendiri mikrokontroler AVR banyak digunakan karena fitur-fiturnya terbilang lengkap, mudah didapatkan dan harganya juga terjangkau.

Penutupan

Demikianlah pembahasan kali ini, semoga artikel saya tentang pengertian mikrokontroler bisa bermanfaat untuk Anda yang sudah membacanya hingga akhir. Sekian dan terimakasih, jangan lupa di share artikel saya tentang pengertian mikrokontroler ke temen-teman Anda hihi terus mampir di website masqoqo.com.

Mas Qo'qo' Tersenyumlah ketika direndahkan.

Pengertian Op-Amp

Mas Qo'qo'
1 min read

Pengertian Sensor Sentuh

Mas Qo'qo'
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.