Mas Qo'qo' Tersenyumlah ketika direndahkan.

Pengertian ADC

3 min read

pengertian adc

Hai teman-teman semua, kali ini masqoqo.com ingin mengulas tentang pengertian ADC kepanjangan dari Analog to Digital Converter. ADC ini banyak digunakan sebagai pengatur proses komunikasi digital dan rangkaian atau pengujian.

Sebelum saya mulai pembahasannya, tolong disimak baik-baik ya teman-teman, supaya Anda bisa memahami apa yang saya bahas.

Pengertian ADC

pengertian adc
nesabamedia.com

ADC (Analog to Digital Converter) adalah rangkaian yang mengubah nilai tegangan kontinu (analog) menjadi nilai biner (digital) yang dapat dimengerti oleh perangkat digital sehingga dapat digunakan untuk komputasi digital.

Nah, dengan kata lain juga Analog to Digital Converter atau Konverter Analog ke Digitil ini memungkinkan rangkaian digital berinteraksi dengan dunia nyata dengan menyandikan sinyal analog ke sinyal digital yang berbentuk biner.

Rangkaian ADC (Analog to Digital Converter) ini pada umumnya dikemas dalam bentuk IC dan diintegrasikan dengan Mikrokontroler.

Di dunia nyata juga sinyal Analog yang berasal dari berbagai sumber dan sensor yang mengukur suara cahaya, gerakan dan suhu akan terus berubah nilai (kontinu) sehingga memberikan nilai yang berbeda dalam jumlah tak terbatas.

Kalau rangkaian Digital di sisi lain bekerja dengan sinyal biner yang hanya mempunyai dua kondisi diksrit yakni logika 0 (rendah) dan logika 1 (tinggi). Sebab itu, diperlukan suatu rangkaian elektronika yang dapat mengubah dua domain yang berbeda dari sinyal analog yang kontinu menjadi sinyal digital diskrit.

Nah, rangkaian inilah yang kita sebut dengan ADC (Analog to Digital Converter) atau Konverter analog ke Digital. Perangkat yang menjadi perantara untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal Digital supaya bisa dimengerti oleh mikrokontroler dan mikroprosesor.

Cara Kerja ADC Cara Kerja ADC

https://ajat.xyz/Cara kerja dari ADC (Analog to Digital Converter) yaitu dengan mengubah sinyal analog ke dalam bentuk besaran yang mana ia merupakan sebuah rasio perbandingan antara sinyal input dan juga tegangan referensi. Contohnya yaitu pada waktu tegangan referensi sebesar 5 volt, sementara untuk tegangan input sebesar 3 volt dan rasion input pada referensi sebesar 60%.

Nah, ketika anda memakai ADC yang 8 bit memiliki skala maksimun sebesar 255, maka Anda akan mendapatkan sinyal digital sebesar 60% x 255 = 153 yang dinyatakan ke dalam desimal. Bisa jadi berupa 10011001 yang merupakan bilangan biner, sinyal = (sample?max_value) *referensi_voltage = (153/255) *5 = 3 volt.

  • Sample Rate atau Sample Speed (Kecepatan Sampel)

Jumlah sampel yang konversi analog ke digital bisa dibuat oleh konverter dalam setiap detik dinamakan dengan kecepatan sampel. Sampel rate diukur alam satuan S/s (Sample per Detik) atau SPS ( Sample per Second). Contohnya, ADC yang bagus dapat memiliki sample rate atau rasio pengambilan sample hingga 300Ms/s (dapat dibaca menjadi 300 jt sample per detik).

  • Resolusi

resolusi adc

Apabila sinyal 1V diubah menjadi sinyal Digital dengan menggunakan ADC 3 bit, makan akan menghasilalkan 8 tingkatan pembagian. Dengan kata lain juga terdepat 8 tingkatan untuk mencapai output 1V, masing-masing 1 tingkatan yaitu 0,125V (1/8 = 0,125V). Jadi perubahan minimun ini dari ADC3 bit buat 1V ini yakni 0,123V atau 125mV setiap tingkatan.

Baca Juga: Pengertian Fuse

Apabila Anda menaikan Bit Rate yang lebih tinggi, makan Anda akan mendapatkan hasil sinyal lebih baik dan presisi. Contohnya, apabila 1V dikonversikan dengan Resolusi ADC yang memakai 6 bit maka setiap tingkatannya akan menjadi 0.0156V atau sekitaran 15,6mV.

Konsep Dasar ADC

Pembuatan sinyal analog menjadi sinyal digital melalui beberapa tahapan, proses yang terjadi dalam ADC yakni:

  • Encoding

encoding

Encoding yakni merupakan sebuah proses yang mengubah besaran data sampling kedalam bentuk digital biner berdasarkan level kuantitasi. Semisal data kuantisasi 2 bit, maka urutan sinyal sampling yakni satu dari empat level kuantitasi.

Coba perhatikan gambar diatas, semisal data sampling ke satu dinamakan D1, dan ke dua D2 dst. Makan jika D satu berada pada lebel kuantisasi 10 maka kode biner yang keluar yaitu 10 dan D2 yang berada pada kuantitasi 11 akan menghasilkan data 11.

Data ini juga mengikuti nilai pembulatan dari kuantitasi, karena hal yang sama berlaku buat data sampling berikutnya. Setelah encoding, sinyal digital ini sudah siap untuk diproses oleh processor sesuai dengan kebutuhannya.

  • Quantization

Quantization yakni merupakan sebuah proses mengelompokkan data hasil sampling ke dalam kelompok-kelompok data. Didalam matematika, kuantisasi yaitu sebuah proses pemetaan nilai input seperti nilai pembulatan. Setiap sistem digital juga memiliki jumlah bit dasar yang dipakai buat merepresentasikan data.

Bit yaitu unit dasar yang dinyatakan dengan 0 dan 1, dalam kuantisasi data sampling dikelompokkan berdasarkan jumlah bit yang digunakan pada sistemnya.

Semisal saja kuantisasi dalam sistem digital 2 bit, dengan 2 bit maka bisa diperoleh level kuantisasi sebanyak 4 level berbeda yaitu 00, 01, 10 dan 11. Formula mencari level kuantisasi yakni 2n (2 pangkat n), yang dimana n yaitu jumlah bit.

  • Sampling

sinyal sampling

Sampling yakni merupakan proses mengambil sebuah nilai pasti (distrik) pada suatu data kontinu dalam suatu titik tertentu dengan periode yang tetap. Sampeling ini juga mengambil sampel dari sinyal analog pada titik tertentu secara beraturan.

Nah, Harry Nyquist dari Bell Laboratory mempelajari proses sampling serta membuat ktiteria frekuensi sampling yang dikenal dengan nama Teorema Nyquist atau Nyquist Sampling Rate. Dengan kriteria yang ditetapkan bahwa frekuensi sampling minimal yaitu dua kali frekuensi masukan.

Contohnya sinyal masukkan yaitu 20Hz, maka si frekuensi sampling minimal yaitu 40Hz. Dengan nilai ini minimal sekurang-kurangnya bisa mendapatkan nilai lembah dan puncak dari sinyal analog. Semakin gede nilai dari frekuensi sampling, maka representasi sinyal analog menjadi sinyal digital akan semakin akurat dan presisi.

Komperator ADC

Komperator ADC
https://i0.wp.com

Proses mengambil sinyal analog ini untuk diubah ke bentuk digital yang setera dapat dilakukan dengan berbagai cara. Meskipun ada banyak chip konverter analog ke digital seperti seri ADC08xx yang tersedia dari berbagai produsen, Anda dapat membuat ADC sederhana dengan menggunakan konponen diskrit.

Satu-satunya cara yang paling sederhana yaitu dengan menggunakan pengkodean paralel, juga dikenal sebagai komparator. Komparator juga dipakai untuk mendeteksi dan membandingkan level tegangan yang berbeda dan mengeluarkan status switching mereka ke encoder.

Nah, output dari komparator berupa sinyal digital 1 (high) atau 0 (low) yang bergantung pada tegangan mana yang lebih besar. Komparator ini juga sering dipakai buat sinyal clock ke komputer atau pada sistem pemroses digital lainnya.

Pada gambar diatas menunjukkan logika di ouput sebuah komparator bergantung pada selisih tegangan di kedua input analog.

Aplikasi dan Penerapan ADC

Ada beberapa aplikasi dan penerapannya dapat Anda ketahui, sebagaimana contoh dibawah ini:

  1. Perangkat elektronik AC dengan teknologi inverter.
  2. Berbagai project mikrokontroler berbasis sensor analog.
  3. Perangkat robotik.
  4. Alat medis dan pencitraan digital.
  5. Perangkat telekomunikasi.
  6. Alat ukur dan instrumentasi digital.
  7. Perangkat mobile gaming.
  8. Perangkat video dan audio.

Penutupan

Demiakan pembahasan kali ini, semoga artikel saya tentang pengertian ADC bisa bermanfaat bagi Anda yang sudah membaca hingga akhir. Sekian dan terimakasih, jangan lupa di share ke temen-teman Anda hihi terus mampir di website masqoqo.com.

Mas Qo'qo' Tersenyumlah ketika direndahkan.

Pengertian Op-Amp

Mas Qo'qo'
1 min read

Pengertian Sensor Sentuh

Mas Qo'qo'
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.