27

Pengalaman Saat Mendaki Ke Gunung Lawu Bersama Teman

Halo teman-teman semua, disini saya akan berbagi sedikit cerita tentang, pengalaman saat mendaki ke Gunung Lawu bersama teman.

Nah, sebagian dari kalian pasti ada yang belum tau letak-nya itu dimana siih? gunung ini terletak di Area Hutan, Gondusulli, Kec.Tawangmangu, Kabupaten karanganyar, Jawa Tengah.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumilah, dan Hargo Dumiling.

Pasti kalian semua pada penasaran ya? okey, saya akan mulai cerita pengalaman ini, mohon di simak-simak baik-baik ya teman-teman.

Persiapan Mendaki

Peralatan lengkap buat mendaki gunung

zosadventure.com

Sebelum mendaki, semua orang wajib membawa barang-barang khusus yang harus di bawa. Misalnya kaya makanan, minuman, sleeping bag, matras, tenda, senter dan lain sebagainya.

Kenapa sih harus bawa barang khusus, berat lagi? oke, saya akan berbagi sedikit kegunaan barang khusus, perhatikan baik-baik ya.

Makanan dan Minuman

Pertimbangkanlah, jumlah makanan dan minuman yang dibawa buat rencana mendaki gunung. Usahakan kalau memilih makanan yang mengandung zat karbohidrat jangan instan semata.

Sleeping bag

Fungsi sleeping bag, merupakan barang yang digunakan saat sedang istirahat atau tidur waktu perjalanan mendaki. Barang ini wajib dibawa karena untuk memberi kehangatan maksimal dalam menghadapi suhu gunung di saat malam hari yang dingin. Dengan memakai sleeping bag, kita dapat mengurangi risiko terjadi hipotermia.

Matras

Matras berfungsi untuk alas tidur saat mendaki di gunung. Pilihlah matras dengan bahan yang nyaman dan berkualitas, saat hendak tidur di atas permukaan yang penuh batu dan krikil agar merasa nyaman.

Tenda

Tenda itu kaya “rumah” pelindung kita saat melakukan perjalanan mendaki gunung, tenda juga bisa melindungi kita dari suhu dingin dan hewan liar yang ada di sekitar kita. Kamu wajib pilih tenda yang ukuran-nya sesuai tubuh kita masing-masing.

Senter

Kita semua wajib membawa senter untuk muncak gunung pada waktu malam hari. Kalau pilih senter enaknya pencahayaan yang bisa tembus kabut. Untuk segi keamanan dan kesimpelan, kita harus wajib pilih senter kepala agar tangan tidak terganggu saat fokus mendaki gunung.

Perjalanan

Gunung Lawu jalur cemoro kandangSetelah sampai ke jalur cemoro kandang, saya dan teman-teman beli tiket dulu agar bisa resmi muncak, biar nanti kalau misalnya hilang di cari oleh petugas. Soalnya waktu beli tiket di suruh nulis nama sama asal tempat, mungkin itu buat data laporan.

kemudian setelah membeli tiket,kita istirahat dulu sebentar karena capek juga waktu di perjalanan menuju tempat pendakian, kira-kira dari rumah ke Cemoro Kandang satu jam lebih.

Karena kita lewat jalur Bekonang jadinya lebih cepat sampai, biasanya kalau orang yang enggak tau jalur yang lebih cepat, lewatnya Karanganyar jadinya agak lama. Tapi tergantung keadaan siih, setau saya macet atau enggak, kalau macet bisa dua jam lebih dah.

Dari rumah sekitar jam dua lebih, sampai Cemoro Kandang jam tiga lebih kayak-nya sih, masalahnya sudah lama banget wajarlah kalau lupa, namanya juga manusia mempunyai sifat pelupa.

Setelah itu kami langsung mendaki, bareng rombongan orang dari Jakarta. Jadinya lumayan agak seru, tapi saya sering bikin repot mereka semua, masalahanya gampang capek dikit-dikit duduk jadinya lama dah sampai puncak

Rombongan Pendaki Bingung

Gunung Lawu jalur Cemoro Kandang

Kita mulai muncak gunung, dari jam lima sore hingga jam dua malam. Itu juga baru sampai pos tiga, masalahnya jalannya bikin bingung orang, jadinya bikin males ngantuk lagi. Akhirnya saya dan rombongan teman pada ngeluh, karena jalan-nya hampir sama semua, malah kaya orang monda-mandir enggak jelas gitu dah.

 

Makan Bareng

makan bareng diatas gunung lawu

pendakiindonesia.com

Habis itu kita semua makan-makan bareng, sampai perut kenyang banget, masalahnya terlalu banyak makanan yang dibawa. Momen ini yang paling saya kenang, seru banget dah rasanya kalau kalian pengen nyobain, apa lagi waktu mendaki bersama sampai kita bercanda terus, hampir aja ada teman yang mau jatuh.

Tidur Bareng

tidur bareng pake tenda di gunung

jateng.tribunnews.com

Akhirnya kita semua membikin tenda supaya tidurnya lebih nyenyak, aman, dan tidak terganggu oleh binatang liar.

Enak banget dah rasanya kalau udah bikin tenda, habis itu gelar matras sama sleeping bag, tapi sebelum tidur kita bakar-bakar api biar badan-nya hangat supaya enggak kedinginan badan-nya, setelah itu kita tidur, kira-kira jam dua lebih.

Masalah-nya kita semua udah bingung, mau lanjut lagi tapi pada enggak mau, terutama saya paling ribut sendiri, yaudah tidur aja enggak usah di bikin pusing.

pemandangan yang indah di atas gunung lawu

Setelah bangun tidur kira-kira jam lima pagi, di lanjut sholat shubuh terlebih dahulu, habis itu kami foto-foto dulu sebentar sambil cari pemandangan yang bagus. Biasalah anak remaja sekarang, pada alay-alay saya juga termasuk golongan jaman sekarang, ada pemandangan bagus foto habis itu posting di sosmeed.

gunung lawu

nusantara.medcom.id

Setelah foto-foto kami semua langsung turun gunung, mau lanjut naik lagi pada enggak kuat. Ada rasa kecewwa juga sebetul-nya, tapi mau bagaimana? pengen banget sampai puncak, terus beli pecel di warung mbok yem, masalahnya penasaran banget saya rasanya.

Itu sedikit pengalaman yang pernah saya alami dulu, apabila ada kesalahan mohon di maafkan. Jangan bosen-bosen ya teman-teman semua, kalau ada waktu luang baca aja artikel yang ada di website ini, biar kaya kaya orang sibuk.

Pokok-nya jangan lupa kalau ada kekurangan di artikel ini, jangan sungka-sungkan tegur saya langsung, biar bisa intro peksi dirilah.

Cukup sekian dan Terimakasih teman-teman semua.

 

Show Comments

2 Comments

  1. Hafidz 28 Agustus 2019
  2. Ummu adnan 29 Agustus 2019

Leave a Reply