1
80

Pengalaman Kabur dari Pondok

Halo sahabatku semua, di artikel saya ini ingin berbagi cerita tentang, pengalaman kabur dari pondok gara-gara enggak betah. Nah, waktu dulu pada tahun 2015, ketika umur saya masih 14 tahunan, dimasukan secara paksa sama orang tua, pengalaman kabur yang sangat konyol.

di hati udah ngerasa enggak enak banget, tambah tekanan batin lagi, lama-lama kalau enggak kabur dari sini bisa setres. Kami kabur dari pondok sudah empat kali berturut-turut, alhamdulillah lolos semua, misalnya kalau enggak lolos bisa di hukum berat.

Nah, pasti kalian pada penasaran? oke saya mulai dari sekarang aja, mohon simak baik-baik ya sahabatku semua.

Rencana Kabur

rencana kabur

daarul abroor.com

Sebelum kabur, kami habis bersihkan masjid di pondok, itu keadaan santri yang lain pada belajar. Kami malah tidur di kamar masjid, gara-gara males sekolah tambah capek.

Waktu kami tidur, ketawan sama istri pemimpin setelah itu kami di foto, tambah di omelin habis-habisan terus di laporin.

Mulai dari situ kami kepikiran terus, takut kalau habis sholat di bahas masalah yang tadi sama Ustad, masalah-nya kalau semua santri pada tau, apalagi ada santri putri malu banget dah.

Nah, setelah itu kami ngobrol-ngobrol lama dulu di  kamar, kira-kira jam sepuluh lebih santri pada pulang sekolah. Habis itu kami langsung kabur, lewat pagar belakang kandang domba, hampir aja ketawan sama kakak kelas, sesudah itu kami langsung sembunyi di sawah, alhamdulillah enggak ke tangkap.

Tidur di Sawah

saung sawah

republika.co.id

Kami sembunyi di sawah dari jam sepuluh pagi hingga adzan shubuh, itu juga tidur di saung orang, rasanya enggak enak banget tambah perut laper.

Habis itu teman ambil singkongnya orang lain, kemudian singkong itu di bakar buat kita makan, lumayan bisa ganjel perut biar enggak laper.

Setelah itu kami sholat shubuh, lanjut perjalanan sekitar jam lima pagi, itu juga masih di daerah pondok tapi kami juga pandai memilih tempat yang aman, soalnya dulu juga pernah ngalamin pengalaman kabur.

Sampai Jalan Raya

jalan raya

radarjember.jawapos.com

Alhamdulillah setelah sampai jalan raya, kami merasa bahagia banget bisa lolos kabur dari pondok.

Walaupun orang tua merasa kecewa, tapi ya mau gimana lagi coba, orang enggak betah disana mending kabur aja daripada nanti setres.

Minta pindah pondok lain tapi enggak boleh sama orang tua, yaudah terpaksa kami melakukan hal bodoh ini.

Minta-minta Orang

gambar tangan meminta-minta

muslimah.or.id

Waktu di jalan kami sangat lelah sekali, pengen beli air minum sayangnya enggak ada duit, udah enggak pakai sendal lagi di pinggir jalan raya, gara-gara waktu kami di sawah, sendalnya kena lumpur terus putus dah. 

Kemudian kami minta air minum di warung masakan Padang, terus dikasih es teh sama nasi, alhamdulillah masih ada orang yang perduli sama kami.

Pemilik warung itu sangking baiknya, sampai ngasih uang lima puluh ribu. Kami sangat bersyukur sekali masih ada yang peka, lumayan uangnya buat beli jajan di jalan.

Bertemu Orang Baik

Malaikat baik

wajibbaca.com

Sesudah itu lanjut jalan kaki, kemudian kami tanya sama bapak-bapak yang lagi main hp di pinggir jalan. Kami bertanya “Permisi Pak, kami mau tanya arah jalan menuju Jawa Tengah dimana?” Kemudian bapak itu menjawab “Tinggal lurus aja dek ada bangjo langsung belok kiri, emang adek kesana mau naik apa? Kami menjawab “jalan kaki pak”.

Setelah itu kami di kasih uang seratus ribu sama bapak-bapak tadi, kemudian di ajak ke terminal beli tiket bis arah Solo, Jawa Tengah. Dari situ kami mulai merasa kaget, bapak ini kok baik banget dah, kaya malaikat berubah jadi manusia, habis itu kami langsung berangkat.

Sebelum berangkat berterimakasih banyak sama bapak ini yang sudah bantuin kami, pokoknya jasa bapak tidak pernah kami lupakan sampai mati.

Cerita pengalaman ini yang pernah saya alami dulu ketika masih kecil, apabila ada kata-kata yang tidak pantas mohon di maafkan.

Wajarlah disini juga baru belajar menulis dengan cara yang benar, jangan bosen-bosen ya sahabatku semua, terus baca artikel tentang pengalaman saya.

Cukup sekian dan Terimakasih.

 

 

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply