Mas Qo'qo' Tersenyumlah Ketika Anda Direndahkan

Cara Menanam Jahe

5 min read

jahe

masqoqo.com Menanam tanaman jahe di rumah sebenarnya mudah sekali untuk dilakukan, apalagi kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan tanaman obat herbal semakin meningkat. Tanaman obat jahe merah salah satunya. Selain bisa untuk obat herbal sendiri, daya jual jahe merah juga tinggi. Pahami cara menanam jahe merah di rumah agar bisa ikut menanamnya sendiri.

Sebelum memulai untuk memahami cara menanam jahe merah di rumah Anda, ada baiknya kenali bentuk tanamannya terlebih dahulu. Tanaman jahe merah dikenal memiliki bentuk yang rumpun dan berbatang semu. Akar tanamannya cukup rimpang dan memiliki aroma khas pedas. Bentuk dari tanaman jahe merah ini hampir mirip dengan lengkuas. Bahkan terkadang sangat sulit untuk membedakan keduanya.

Cara menanam jahe merah di rumah sebenarnya tidak terlalu merepotkan dan cukup sederhana. Media tanamnya bisa menggunakan pot, polybag atau lahan yang cukup luas. Memilih bibit jahe merah juga tidak membingungkan. Masa tanam jahe merah biasanya memakan waktu tiga bulan.

Meski mudah untuk ditanam, hendaknya kita juga tetap dibekali tentang pengetahuan dan pemahaman mengenai cara untuk menanamnya. Agar nantinya tanaman jahe yang kita tanam dapat subur.

Manfaat Jahe

jahe
pixabay.com

Ada 6 contoh manfaatnya di bawah ini:

  • Mengatasi masalah pencernaan

Manfaat jahe juga memiliki sejarah panjang dalam mengatasi masalah terkait pencernaan, dikenal dari generasi ke generasi jahe merupakan salah satu bahan alternatif untuk memperlancar sistem pencernaan.

Kandungan phenolic dalam jahe berfungsi buat meredakan gejala iritasi gastrointestinal, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi pada perut, hingga membantu pergerakan makanan dan minuman selama berada di pencernaan.

Nah, jahe juga disebut sebagai carminative, suatu substansi yang dapat membantu mengeluarkan gas berlebih yang ada di sistem pencernaan Anda. Masalah pencernaan seperti kolik dan dispepsia dapat diatasi dengan jahe.

  •  Mengurangi mual

Manfaat jahe dapat meredakan mual yang disebabkan oleh morning sickness, vertigo, maupun efek samping pengobatan kanker. Anda dapat memakan jahe secara mentah atau menjadikanya minuman, jahe dalam bentuk permen juga dapat bekerja dengan baik terutama dalam mengatasi mual yang diderita ibu hamil.

  • Mengurangi rasa sakit

Suatu penelitian yang dilakukan di University of Georgia menyatakan bahwa konsumsi suplemen jahe setiap hari dapat mengurangi sakit-sakit otot yang diakibatkan oleh berolahraga hingga 25%. Manfaat jahe juga dapat mengurangi sakit akibat dysmenorrhea, rasa sakit pada saat menstruasi. Dalam suatu penelitian, disebutkan bahwa 60% wanita merasa rasa sakit yang dikarenakan oleh menstruasi berkurang setelah mengonsumsi jahe.

  • Membantu proses detoksifikasi dan mencegah penyakit kulit

Jahe merupakan salah satu jenis makanan yang disebut diaphoretic, manfaat jahe juga dapat memicu keluarnya keringat. Pengeluaran keringat bermanfaat bagi kamu terutama saat kamu sedang demam atau flu.

Selain itu juga membantu proses detoksifikasi, berkeringat juga ternyata dapat melindungi Anda dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

Para ahli juga meneliti sejenis protein yang disebut dermicidin, diproduksi pada kelenjar keringat dan berfungsi melindungi tubuh dari bakteri seperti E. coli, staphylococcus aureus, serta jamur yang dapat menyebabkan penyakit kulit.

  • Melindungi Anda dari kanker

Salah satu kandungan dalam manfaat jahe yang berperan dalam mencegah kanker adalah gingerol, phytonutrient dalam jahe yang juga memberikan rasa pada jahe yang unik. Gingerol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. University of Minnesota melakukan percobaan kepada sekelompok tikus, pada kelompok yang diberi gingerol terdapat 4 tikus yang mengalami tumor usus besar, sementara pada kelompok yang tidak diberi gingerol terdapat 13 tikus yang mengalami pertumbuhan tumor. Sampai pada hari ke 49 penelitian, seluruh tikus yang tidak diberi gingerol akhirnya disuntik mati karena pertumbuhan tumornya sudah terlalu besar, sementara pada tikus yang diberi gingerol ukuran tumornya setengah dari ukuran tikus yang disuntik mati.

Peneliti yang sama kemudian menguji apakah selain mencegah pembentukan tumor, gingerol juga dapat mencegah penyebaran dan mengurangi tingkat keparahan sel tumor. Penelitian tersebut memberikan hasil positif. Gingerol dinilai mampu mencegah penyebaran dan bertambah parahnya sel tumor yang sudah tidak dapat dioperasi.

  • Anti peradangan

Gingerol ternyata juga bersifat anti-inflamatori. Hal ini menjelaskan mengapa mereka yang menderita penyakit persendian seperti osteoarthritis dan rematik melaporkan berkurangnya rasa sakit setelah mengonsumsi jahe secara teratur. Mengonsumsi jahe tidak hanya mengurangi rasa sakit tetapi juga mengurangi pembengkakan pada bagian yang sakit. Jahe diperkirakan dapat menghambat komponen yang berperan dalam proses inflamatori dalam tubuh seperti sitokin, kemokin, kondrosit, dan leukosit.

Pemilihan Bibit Jahe

Nah, bibit yang berkualitas ditandai dengan ciri-ciri berikut ini:

  • Gunakan bibit jahe dari rimpang yang sudah tua dan mengkilap yang diambil langsung dari kebun. Pastikan rimpang tidak terinfeksi oleh pathogen dan sebagainya.
  • Rimpang yang tua dan baik untuk bibit jahe adalah yang sudah berusia Sembilan sampai sepuluh bulan

Baca Juga :

Menyemai Bibit Jahe

Gunakan bibit jahe berkualitas untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang serentak. Ada beberapa teknik menyemai bibit jahe yang bisa Anda pilih. Setiap teknik pasti memiliki kelebihannya masing-masing.

Teknik pembibitan

Nah, teknik pembibitan dilakukan dengan menggunakan bibit yang sudah diangin-anginkan terlebih dahulu, tetapi bukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari.

Pengeringan dilakukan selama 40 hari tanpa dikopek/dipotong-potong untuk menghindari masa dormansi (istirahat) bibit.

Biat satu rimpang, biasanya terdapat tiga calon mata tunas yang bisa tanam. Lalu, biarkan bibit selama satu minggu sebelum ditanam untuk membebaskannya dari penyakit. Setelah itu, bibit bisa ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.

Teknik lebih cepat

Teknik ini bisa dilakukan untuk mempercepat bibit dalam masa penyemaian. Penyemaian dilakukan dengan mengopek bibit jahe, lalu dijemur di bawah sinar matahari kira-kira selama 2 jam per hari dan dilakukan selama 2 hari.

Bibit yang sudah kering dimasukkan ke karung goni plastik. Anda bisa menanam bibit yang sudah berada di dalam karung goni plastik pada lahan semai yang sudah disediakan. Biarkan bibit tersebut hingga dua minggu atau saat sudah muncul mata-mata tunas, lalu bongkar bibit dan bibit siap ditanam.

Teknik konvensional

Cara yangpaling sering dilakukan oleh petani untuk menyemai bibit jahe. Pertama, Kamu harus menyiapkan tempat yang bersih sebagai wadah penyemaian seperti keranjang plastik yang berlubang.

Lalu, siapkan juga bibit yang sudah direndam ke dalam atonik dengan dosis 2 ml/liter air selama 30 menit. Sebar jerami ke dalam wadah semai secara tipis-tipis, lalu berikan pupuk kandang secara merata untuk menutupi jerami.

Sebarkan rimpang jahe yang sudah disiapkan secara merata di atas jerami, usahakan jangan ada bibit yang tertindih satu sama lain. Lalu tutup rimpang dengan jerami secara tipis-tipis di atasnya dan tutup kembali dengan tanah, kondisi persemaian harus tetap lembap sehingga Anda harus rutin menyiramnya.

Media Tanam

Perhatikan, ada 2 jenis media tanam yang harus Anda ketahui sebagai berikut contoh di bawah ini:

Menanam jahe di pot

Siapkan media tanam dan pot bunga ukuran minimal 30×35 cm 2. Campurkan tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Lalu,aduk hingga merata dan masukkan ke dalam pot hingga ¼ bagian.

Nah, secara teknis penanaman jahe di pot dengan polybag kurang lebih hampir sama persis seperti di atas.

Menanam jahe di karung

Nah, siapkan karung beras, tekuk setengah bagian karung paling atas ke bagian dalam. 2. Campurkan tanah, sekam, dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1, sisakan ruang kosong setidaknya 10cm.

Cara Nanam Bibit Jahe

Sebaiknya melakukan penanaman diawal musim hujan, yaitu awal September atau Oktober. Ini karena tanaman jahe perlu banyak air untuk pertumbuhannya.

Sesudah media tanam dan bibit semai sudah tumbuh dengan baik. Maka contoh selanjutnya memindahkan bibit yang sudah semai tersebut.

Nah, ada beberapa contoh yang perlu Anda perhatikan agar proses menanam jahe dapat memaksimalkan pertumbuhan selanjutnya,

  • Pindahkan bibit semai yang sudah tumbuh pada pot media tanam secara hati-hati.
  • Angkat bibit jahe beserta akarnya, dalam proses ini dulur bisa menggunakan jari jemari namun juga bisa menggunakan bantuan centong tanah.
  • Sebelumnya buat lubang tanam didalam media tanam, kemudian taruh bibit jahe semai tersebut kedalam lubang tanam.
  • Setelah memasukkan, pastikan bibit semai masuk kedalam secara tepat dan usahakan akarnya masuk kedalam tanah media tanam.
  • Maka langkah terakhir, tutup permukaan bibit semai dengan menekan-nekan secara perlahan permukaan tanah.

Perawatan Tanaman Jahe

Cara nanam jahe di rumah yang benar selanjutnya yaitu dengan merawatnya sehingga panen. Agar jahe tumbuh dengan baik, jauhkan pot dari sinar matahari langsung dan letakkan di tempat bersuhu 24-30 derajat Celcius, jahe bisa tidak tumbuh di lingkungan dingin atau tumbuh dengan lambat.

Nah, kemudian siram jahe setiap hari dengan air secukupnya. Air tidak boleh sampai menggenang agar jahe tidak busuk, oleh karena itu pastikan pot yang kamu gunakan memiliki sistem drainase yang baik.

Anda dapat memanen jahe setelah berusia minimal 8 bulan setelah penanaman atau sekitar 10-12 bulan. Namun, ada juga jahe yang dipanen waktu baru berusia 4 bulan untuk diolah menjadi minuman atau asinan. Namun, Anda harus berhati-hati ketika memanen jahe yang masih muda karena kulitnya tipis dan mudah memar.

Memanen Jahe

Proses perawatan yang maksimal dan sesuai dengan tahapan tersebut, akan menghasilkan proses tahapan panen yang tentunya dulur nantikan.

Melakukan proses panen jahe tidaklah sulit, namun tetap memperhatikan kondisi tanaman dan juga masa tanaman yang siap panen nantinya.

Umur Jahe Siap Panen

Panen bisa di lakukan saat tanaman jahe sudah mencapai atau berusia 9 atau 10 bulan. Ciri – ciri tanaman jahe yang cukup umur untuk dapat di panen adalah batang dan daunnya yang sudah mengering.

Teknik Panen Jahe di  Pot

Panen jahe dalam pot ini cukup mudah, yang perlu dilakukan hanya menggemburkan bagian tanah di  dalam pot yang akan di  panen, lalu kemudian ambil rimpang jahe secara hati – hati agar tidak rusak.

Kemudian segera bersihkan sisa – sisa tanah yang menempel pada rimpang atau di cuci dengan air agar bisa di manfaatkan atau kamu bisa jual sebagai penghasilan tanaman yang di  dapat secara mudah dari rumah.

Itulah tahapan menanam jahe yang dapat memaksimalkan pertumbuhan dan hasil jahe yang berkualitas.

Tentu Anda dapat memaksimalkannya dengan kombinasi produk GDM yang menunjang pertumbuhan jahe didalam pot.

Pastikan menanam jahe di rumah menjadi maksimal dengan menggunakan pupuk organik dari GDM.

Penutupan

Semoga artikel saya ini bermanfaat bagi anda semua yang telah membaca artikel masqoqo.com, apabila ada kesalahan kata-kata tolong di maafkan.
Jangan lupa di share ke teman-teman. Supaya bertambah wawasannya dan jangan lupa juga di coment agar saya bisa intro peksi diri.
Cukup sekian dan Terima kasih telah berkunjung di web masqoqo.com jangan lupa support ya agar terus maju berkembang.
Mas Qo'qo' Tersenyumlah Ketika Anda Direndahkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!